Kamis, 05 Januari 2012

Beberapa Produk yang Gagal di Pasaran

          Jika saya menulis seperti diatas, mungkin ada yang mengira kalau yang namanya produk yang gagal di pasaran adalah produk yang tidak terkenal, tidak punya nama dll. Terus apakah produk yang sudah punya nama besar bisa gagal di pasaran? jawabnya pasti bisa, memang ada banyak faktor yang mempengaruhi kenapa suatu produk bisa gagal di pasaran. Disini saya akan memberikan dua contoh produk yang gagal, walaupun produk ini sudah memiliki nama besar pada produk sebelumnya. Dua produk ini adalah Windows Vista dari Microsoft, dan PSP GO dari sony.

            Pertama saya akan membahas tentang Windows Vista terlebih dahulu.  Microsoft meluncurkan Windows Vista pada 8 November 2006 untuk pengguna bisnis, dan 30 Januari 2007 untuk pengguna rumahan. Dengan demikian, peluncuran Windows Vista ini berjarak lebih dari lima tahun sejak peluncuran Windows XP pada 25 Oktober 2001Windows vista sering dianggap sebagai produk gagal dari Microsoft karena  banyaknya kesalahan pada produk ini. Seperti waktu pengembangan yang sangat lama, perjanjian lisensi yang lebih ketat, penambahan beberapa teknologi yang bertujuan membatasi penyalinan media digital terlindungi, dan penggunaan teknologi keamanan User Account Control yang baru. Para peninjau jugs mencatat beberapa kemiripan antarmuka Aero pada Vista dengan sistem operasi milik Apple, Mac OS X, terutama penggunaan efek transisi. Lebih jauh lagi, beberapa orang mempertanyakan komputer personal yang memenuhi persyaratan perangkat keras "Vista Premium Ready" dan harga Vista. Departemen-departemen I.T sebagian besar mengacuhkan Vista. Pada bulan Juni (18 bulan setelah peluncuran Vista), riset Forrester melaporkan bahwa hanya 8.8% komputer-komputer perusahaan seluruh dunia yang menggunakan Windows Vista.
 Sumber1, sumber2


          Produk gagal yang kedua adalah PSP Go. PSP Go, merupakan perangkat game portable dari sony yang di rilis pada oktober 2009, produk ini dinyantakan kurang laku dan gagal di pasaran. Awalnya Sony mengira bahwa mengalihkan pasar video game PSP ke dalam format digital melalui PSP Go adalah ide yang bagus. Kenyataannya perangkat tersebut tidak mendapat sambutan hangat dari para gamer. Hilangnya kemampuan untuk memainkan game dengan UMD disc ternyata dipandang sebagai nilai negatif. Selain itu, desain tubuh yang ekstra ramping dengan mekanisme slider justru mengundang berbagai pertanyaan mengenai kenyamanan penggunaannya. Alhasil, penjualan perangkat gaming portabel yang satu ini pun jauh dari kata “laris manis”. Penjualan PSP Go sejak awal dirilis bulan Oktober 2009 tidak mengagumkan sama sekali. Hanya berhasil menjual kurang dari 20 ribu unit di tanah kelahirannya sendiri, Jepang, pada tahun 2010. Hal ini sudah cukup menunjukkan kegagalan produk ini. Kekurangan lainnya ialah ukuran layar  yang lebih kecil dari PSP sebelumnya, baterai yang tidak bisa di lepas oleh user, dan lagi harga yang di anggap terlalu mahal untuk konsol yang memiliki banyak kekurangan. Karena kegagalan ini Sony mengumumkan menghentikan produksi dari PSP GO untuk jepang dan Eropa, tapi mereka akan tetap memproduksi untuk wilayah Amerika Utara.
sumber1, sumber2, sumber3.

Dua produk tadi merupakancontoh produk yang gagal di pasaran walaupun mereka punya nama besar. Kalau dilihat dari du contoh tadi saya beranggapan bahwa penyebab kegagalan dua produk itu adalah masalah peralihan teknologi. Dalam Windows, kasus Vista bisa juga disamakan seperti kegagalan Windows Me, yang merupakan peralihan dari Windows 2000 ke Windows XP. Karena itu banyak yang bilang kalau Vista merupakan Windows Me yang ke dua, karena sama sama dianggap produk gagal.

0 komentar:

Poskan Komentar